Kamis, 19 Mei 2011

Analisis Iklan

Iklan Class Mild

Berbicara mengenai iklan sebagai media untuk memperkenalkan
produk, tidak terlepas dari bahasa yang digunakannya. Bahasa menurut Chaer
(2006: 1) adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer,
digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi dan
mengidentifikasi diri. Melalui bahasa, manusia dapat memperoleh informasi
dari sesamanya secara sempurna. Tanpa bahasa, komukasi tidak dapat berjalan
dengan sempurna.

Fungsi bahasa yang terutama adalah sebagai alat penyampai pesan.
Selain sebagai alat penyampai pesan, bahasa juga memiliki fungsi-fungsi yang
lain, yaitu:
1. Tujuan kultural, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan,
menyebarkan dan menyembangkan kebudayaan.
2. Tujuan filosofis, bahasa digunakan sebagai alat untuk meneliti bendabenda
purbakala, khususnya yang berbentuk naskah-naskah kuno.
3. Tujuan artistik, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa
estetis manusia melalui seni sastra.
4. Tujuan politis, bahasa digunakan sebagai alat untuk mempersatukan
bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasi pemerintahan.
5. Tujuan kultural, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan dan
mengembangkan ilmu pengetahuan (Indradi, 2003: 16).

Iklan sangat memerlukan gaya bahasa untuk dapat memikat pembaca
atau pendengarannya. Sebuah iklan dapat dikatakan berhasil apabila memikat
sasarannya menjadi mitra untuk mendukung atau membeli produk yang
ditawarkan sehingga banyak iklan yang menggunakan bahasa berlebihan.
Iklan menurut Widyatama, Rendra (2007: 13) adalah bentuk penyajian
pesan yang dilakukan oleh komunikator secara non personal melalui media
untuk ditujukan pada komunikan dengan cara membayar.
Istilah iklan juga sering dinamai dengan sebutan yang berbeda-beda.
Di Amerika sebagaimana di Inggris, disebut dengan advertising. Sementara di
Perancis disebut dengan redamare yang berarti meneriakkan sesuatu secara
berulang-ulang. Bangsa Belanda menyebutnya sebagai advertentie. Sedangkan
bangsa Arab menyebutnya dengan sebutan i’lan.Sebenarnya, di Indonesia sendiri
istilah iklan sering disebut dengan istilah advertensi dan reklame. Kedua
istilah tersebut diambil begitu saja dari bahasa aslinya, yaitu bahasa
Belanda (advertensi) dan Perancis (redame). Namun secara resminya, sebutan
kata iklan sering digunakan dibanding dengan istilah advertensi dan reklame.

Dari berbagai iklan yang ada di media mempunyai karakteristik yang
tentunya berbeda dengan iklan yang satu dengan yang lainnya. Masing-masing
iklan mempunyai gaya sendiri-sendiri. Gaya-gaya dari iklan tersebut
mencerminkan strategi mereka yang digunakan sebagai suatu cara yang
digunakan untuk mencari perhatian dari khalayak.

Iklan rokok tidak boleh menampilkan orang yang sedang merokok
atau memakai model iklan dari kalangan remaja. Iklan rokok pun tidak boleh
menyajikan kemasan rokok utuh dan harus menyantumkan peringatan yang
berisi informasi tentang resiko dan bahaya merokok secara mencolok.
Ketatnya aturan yang ada justru menguntungkan, iklan rokok memiliki
kebabasan tampil menonjol dibandingkan iklan produk lain. Hal ini terlihat
dari maraknya iklan rokok yang muncul sekarang dengan mengedepankan
krativitas kata dan meminimalisir aspek visual dalam iklan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna iklan Clas Mild yang bertema "CLASS MILD IS TODAY", sistem referen yang digunakan dalam iklan dan ideologi yang ada dalam iklan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika yang digunakan oleh Judith Williamson. Hasil penelitian ini menunjukkan Clas Mild sebagai produk memperoleh maknanya melalui struktur formal iklan. Kesimpulannya bahwa tanda-tanda dalam iklan tidak menggambarkan produk clas mild sebagai produk rokok, baik dalam bentuk maupun akibat buruk yang diakibatkan bila mengkonsumsi rokok. Rokok Clas Mild dibentuk sebagai produk yang bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sosial khususnya di kalangan anak muda.

1 komentar: